Ikhlas – Mengharap Ridho Allah SWT

بِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Ikhlas – Mengharap Ridho Allah SWT
Tertarik akan tausiah yang telah diberikan di dalam pengajian harian dengan tema IKHLAS. Saya mencoba menggambarkan kembali agar dapat di share kepada teman² semuanya. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Mengutip dari surat Al-Hajr

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةِ إِنِّى خَـٰلِقُۢ بَشَرً۬ا مِّن صَلۡصَـٰلٍ۬ مِّنۡ حَمَإٍ۬ مَّسۡنُونٍ۬ (٢٨) فَإِذَا سَوَّيۡتُهُ ۥ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِى فَقَعُواْ لَهُ ۥ سَـٰجِدِينَ (٢٩) فَسَجَدَ ٱلۡمَلَـٰٓٮِٕكَةُ ڪُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ (٣٠) إِلَّآ إِبۡلِيسَ أَبَىٰٓ أَن يَكُونَ مَعَ ٱلسَّـٰجِدِينَ (٣١) قَالَ يَـٰٓإِبۡلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ ٱلسَّـٰجِدِينَ (٣٢) قَالَ لَمۡ أَكُن لِّأَسۡجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقۡتَهُ ۥ مِن صَلۡصَـٰلٍ۬ مِّنۡ حَمَإٍ۬ مَّسۡنُونٍ۬ (٣٣) قَالَ فَٱخۡرُجۡ مِنۡہَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ۬ (٣٤) وَإِنَّ عَلَيۡكَ ٱللَّعۡنَةَ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ (٣٥) قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِىٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ (٣٦) قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ (٣٧) إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ (٣٨) قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغۡوَيۡتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَلَأُغۡوِيَنَّہُمۡ أَجۡمَعِينَ (٣٩) إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡہُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ (٤٠) قَالَ هَـٰذَا صِرَٲطٌ عَلَىَّ مُسۡتَقِيمٌ (٤١) إِنَّ عِبَادِى لَيۡسَ لَكَ عَلَيۡہِمۡ سُلۡطَـٰنٌ إِلَّا مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡغَاوِينَ (٤٢)

[28] Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
[29] Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
[30] Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
[31] kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu.
[32] Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”
[33] Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.
[34] Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,
[35] dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”.
[36] Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan”.
[37] Allah berfirman: “(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,
[38] sampai h ari (suatu) waktu yang telah ditentukan”
[39] Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
[40] kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka“.
[41] Allah berfirman: “Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya).
[42] Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat.

Jadi berbicara tentang keIKHLASan merupakan berbicara tentang kepuasan, berbicara tentang keIKHLASan maka berbicara tentang motivasi dan orientasi dari sebuah amal sholeh. Karena itu didalam menjalankan sebuah amalan apapun baik itu yang sifatnya ubudiyah kepada Allah SWT secara vertical, maupun dalam melaksanakan amalan umum yang sifatnya horizontal yang merupakan ibadah di sisi Allah SWT. Faktor keihklasan tidak boleh di lepas.

Selingan “mohon di jawab secara IKHLAS  ” sebelum membaca lanjutannya.
Point Ke-1
*ketika kita berbicara mengenai sholat, shoum, Haji… apakah point² itu adalah ibadah atau pekerjaan?
Pilihan jawaban : Ibadah / Pekerjaan
 jika jawabannya Ibadah berarti dalam melaksanakannya secara IKHLAS dan mengharap ridho Allah SWT semata, tanpa embel² duniawi.

Berarti Orientasinya dunia / akhirat?
Pilihan jawaban : Dunia / Akhirat
 Jika jawabannya Akhirat berarti secara IKHLAS hanya mengharap ridho Allah SWT. Tanpa bermaksud untuk menerima imbalan apapun dari siapapun selain dari pada ridhonya ALLAH SWT.

Nah sekarang untuk point yang ke-2
*kalau orientasinya bekerja mencari nafkah untuk keluarga itu apakah ibadah atau pekerjaan?
Pilihan jawaban : Ibadah / Pekerjaan
Jawab : ?
Berarti Orientasinya dunia / akhirat?
Pilihan jawaban : Dunia / Akhirat
Jawab : ?

*note: jika berorientasi untuk akhirat berarti secara ikhlas dan ridho serta tidak mengharap imbalan apapun termasuk untuk menerima gaji (:p)

Untuk menyikapi jawaban point yang ke-2 adalah,
Semua amanah kita Ruangnya adalah Ibadah, Konteksnya bekerja, teknisnya sesuai dengan situasi dan kondisi yang di butuhkan oleh kita. 

Ini merupakan trik yang bisa kita pegang, sehingga Sholat, Shaum, Hajji, Bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Semua lingkupnya merupakan ibadah kepada Allah SWT. ( jelas kah? )

Jadi dalam istilah lain, untuk semua Muslim itu tidak ada yang menganggur. Semua orang muslim itu bekerja. Buktinya apa,
Ketika Sang MAHA Direktur [ALLAH SWT] memanggil, “Hayya alasholaah~” (marilah kita sholat).
Maka semua orang yang beriman harus dengan ikhlas serta merta datang menyambutnya, untuk menunaikan ibadah sholat.
Begitupun ketika Sang MAHA Direktur [ALLAH SWT] berkata, “Ya ayyuhalladzi na amanu, kutiba alaikumusshiyam”.
Maka dipanggillah seluruh orang² yang beriman untuk menunaikan ibadah Shaum. Yang mana sudah ditetapkan dasar Hukum dan aturannya, dan jangan kita langgar aturan tersebut, sebagai bukti konsekuensi akan keimanan Anda, maka Anda harus menjalankan perintah yang satu ini.

Nabi bersabda :

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa melakukan puasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 2014 dalam Shalat Tarawih, Bab “Keutamaan Lailatul Qadr”, dan Muslim no. 760 dalam Shalat Musafir dan Qasharnya, Bab “Motivasi Qiyam Ramadhan”).
Maka iman dan Ikhlas merupakan Syarat untuk dapat menunaikan ibadah yang satu ini.

Oleh karena itu Bagaimana siCh agar pribadi ikhlas ini bisa kita miliki?

Yang perlu kita fahami dan renungi adalah Ikhlas itu merupakan proses bukan akhir, sebab puncak keihklasan kita nanti adalah pada saat Malaikat sang pencabut nyawa datang memanggil kita dengan panggilan yang santun.

Rasaulullah SAW bersabda:
“Seandainya seorang yang beriman sudah tidak lagi menginginkan dunia dan telah mengharapkan akhirat (sakaratul maut), turunlah dari langit para malaikat yang bermuka cerah secerah sinar matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga lalu duduk di sekeliling mukmin tersebut sejauh mata memandang. Setelah itu turunlah malaikat pencabut nyawa dan mengambil posisi di arah kepala mukmin tersebut. Malaikat pencabut nyawa itu berkata, ‘Wahai nyawa yang mulia keluarlah engkau untuk menjemput ampunan Allah dan keridhaan-Nya’. Maka nyawa itu (dengan mudahnya) keluar dari tubuh mukmin tersebut seperti lancarnya air yang mengalir dari mulut sebuah kendil. Lalu nyawa tersebut diambil oleh malaikat pencabut nyawa dan dalam sekejap mata diserahkan kepada para malaikat yang berwajah cerah tadi lalu dibungkus dengan kafan surga dan diberi wewangian darinya pula. Hingga terciumlah bau harum seharum wewangian yang paling harum di muka bumi.”

Maka balasan keikhlasan yang di dapat merupakan tujuan dalam beramal adalah ridho Allah SWT, jika Allah SWT sudah ridho maka Allah dengan ikhlas menatap wajah hamba²-Nya, yang dahulu hamba-Nya dengan ihklas berharap, berdo’a dan memohon ampun kepada-Nya untuk mendapat ridho-Nya.
Amiiin~ semoga kita menjadi hamba-Nya yang selalu ikhlas dan mendapatkan Ridho-Nya..
Amiinn yaa robbal alamiin..

End of part 1

Posted on July 30, 2010, in Indahnya Islam... Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: